Tips-Membangun-Komunikasi-yang-Sehat-di-Tempat-Kerja

10 Tips Membangun Komunikasi yang Sehat di Tempat Kerja

Maret 22, 2021

Di tempat kerja, komunikasi memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja. Tanpa adanya komunikasi di tempat kerja, pekerjaan tidak dapat tersampaikan dengan baik, struktur kerja perusahaan pun menjadi berantakan, serta dapat memicu banyak masalah antar karyawan, atau bahkan antara atasan dengan karyawan.

Apalagi di tengah situasi pandemi seperti saat ini yang mengharuskan para karyawan untuk WFH (Work from Home) atau kerja dari rumah. Semua bentuk komunikasi menjadi virtual dan memicu terjadinya miskomunikasi atau kesalahpahaman.

Tips Membangun Komunikasi di Tempat Kerja

Komunikasi dapat terjadi ketika Anda mempunyai lawan bicara. Di lingkungan kerja, yang menjadi lawan bicara Anda adalah rekan kerja dan atasan yang selalu Anda jumpai setiap hari. Sangat penting bagi Anda untuk dapat membangun komunikasi yang sehat di tempat kerja agar proses kerja antar anggota tim menjadi lebih lancar. Berikut ini 5 tips membangun komunikasi yang sehat di tempat kerja.

1. Membuat Forum Diskusi

Anda bisa saling bertukar pikiran dalam mencari sebuah solusi atas penyelesaian sebuah proyek. Dengan adanya diskusi, kerja sama di dalam tim menjadi lebih solid serta terjalinnya ikatan rekan kerja yang kuat. Diskusi juga dapat menyatukan perbedaan pendapat menjadi sebuah brainstorm ide yang unik dan inovatif.

2. Menghindari Konflik

Kehadiran konflik dapat membuat situasi bekerja menjadi canggung dan tidak nyaman. Hal tersebut dapat terjadi apabila timbulnya kesalahpahaman ataupun kesalahan dalam pengucapan kata yang dapat menyinggung orang lain. Oleh karena itu, sebisa mungkin hindarilah konflik dengan membangun komunikasi yang positif, jelas, dan mudah dipahami. Perhatikan juga cara penyampaian kalimat yang akan Anda sampaikan agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

3. Terbuka terhadap Feedback

Perusahaan merupakan tempat untuk Anda tumbuh dan mengembangkan skill yang Anda punya, baik itu soft skill maupun hard skill. Oleh karena itu, kritik dan saran dari orang-orang yang bekerja bersama Anda akan membantu Anda untuk tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik saat menjalin komunikasi di tempat kerja.

4. Menjadi Pendengar yang Baik untuk Rekan Kerja

Kebanyakan orang lebih suka untuk berbicara dan menyatakan apa yang ingin dia sampaikan, namun sedikit yang ingin mendengarkan orang lain. Oleh karena itu, Anda dapat membangun komunikasi yang sehat dengan mendengarkan rekan atau atasan Anda sebagai bentuk perhatian terhadap mereka.

5. Menciptakan Komunikasi yang Efektif

Komunikasi yang terlalu bertele-tele dan tidak tepat sasaran akan membuat tujuan yang Anda ingin sampaikan menjadi sulit dipahami dan dimengerti. Hindari cara berkomunikasi yang tidak efektif agar siapapun yang mendengar Anda akan menangkap pesan yang ingin Anda sampaikan.

6. Mengombinasikan Komunikasi Verbal dan Non-verbal

Untuk membangun komunikasi di tempat kerja yang baik, seorang komunikator diharuskan untuk mampu menggabungkan kemampuan komunikasi verbal dan non-verbal pada saat yang bersamaan. Gerakan nonverbal, seperti mengangguk, tersenyum, dan sikap duduk Anda ketika mendengarkan, sangat mendukung terwujudnya cara komunikasi yang efektif.

7. Mendengarkan dengan Aktif

Menjadi seorang komunikator untuk membangun suasana komunikasi di tempat kerja yang baik tidak melulu harus didengarkan. Sebaliknya, seorang komunikator juga harus bisa menjadi pendengar yang baik dan aktif. Menjadi pendengar yang aktif adalah sebuah proses komunikasi yang dapat membantu Anda dalam keseharian.

8. Memberikan Informasi yang Jelas

Anda perlu belajar untuk dapat menyampaikan segala informasi dengan akurat dan jelas. Hal ini harus dilakukan agar Anda dapat terhindar dari kesalahpahaman yang akan berujung pada konflik antar rekan kerja.

9. Tegas, jujur dan terbuka

Ketegasan dapat membuat komunikasi yang terjalin menjadi lebih jelas dan membantu Anda dalam meningkatkan rasa percaya diri serta kemampuan dalam mengambil keputusan.

Ketegasan dapat Anda tunjukkan dengan mengeluarkan ide dan perasaan secara jujur dan terbuka, serta mempertahankan sudut pandang saat berkomunikasi dengan tetap menghormati rekan kerja dan menerima pendapat serta perspektif mereka.

10. Pilih Media untuk Berkomunikasi dengan Tepat

Dalam sebuah lingkungan kerja, komunikasi yang terjalin dilakukan dengan berbagai macam media, seperti tatap muka secara langsung, melalui pesan singkat, video, dan email.

Pertimbangkan beberapa hal seperti tingkat urgensi topik, ukuran masalah atau pertanyaan yang ingin diajukan, berapa banyak orang yang terlibat dan seberapa formal topik tersebut untuk memilih media komunikasi yang tepat agar setiap komunikasi di berbagai media tetap dapat berjalan dengan efektif.

Jenis-jenis Komunikasi di Tempat Kerja

Pada suatu perusahaan, tentunya terdapat beragam jenis komunikasi guna membangun hubungan antar sesama karyawan. Berikut ini merupakan 4 macam jenis komunikasi yang perlu Anda ketahui, diantaranya;

1. Komunikasi Pasif

Komunikasi pasif biasanya terlihat pada seseorang yang acuh terhadap sesuatu hal. Umumnya mereka cenderung sulit dalam mengungkapkan perasaan atau kebutuhan sehingga ketika berkomunikasi, mereka kurang mendominasi dibanding rekan kerja lainnya. Mereka juga sulit dalam mengatakan "tidak" atau menolak sesuatu.

2. Komunikasi Agresif

Seseorang yang memiliki gaya agresif dalam berkomunikasi cenderung lebih mudah untuk dipahami apa yang hendak disampaikannya. Namun di sisi lain, mereka sering kali menyampaikannya secara frontal, memerintah, dan lebih sulit ketika harus mendengarkan orang lain. Maka dari itu, apabila Anda sedang berkomunikasi bersama rekan kerja dengan gaya agresif, usahakan untuk membicarakan hal-hal yang dirasa penting saja untuk mempersingkat waktu dan menghindari debat dengan mereka.

3. Komunikasi Pasif-Agresif

Seseorang yang memiliki jenis komunikasi ini biasanya lebih sulit untuk dipahami. Sebab, orang-orang dengan gaya komunikasi pasif-agresif ini terlihat pasif di luar, namun sangat agresif di dalam. Selain itu, kebanyakan dari mereka pun akan memendam masalah pada diri mereka sendiri dibandingkan mengungkapkannya kepada orang lain.

Salah satu karakteristik seseorang dengan jenis komunikasi pasif-agresif ialah sering mengeluarkan kata-kata sarkasme atau sindiran. Untuk itu, dalam memahami jenis komunikasi pasif-agresif, Anda bisa memperhatikan ekspresi atau bahasa tubuh mereka terlebih dahulu.

4. Komunikasi Asertif

Jenis komunikasi asertif adalah gaya komunikasi yang paling bisa diajak kerja sama dengan baik dan mudah. Orang dengan berkomunikasi secara asertif dapat mengekspresikan gagasan dan perasaan mereka dengan baik, tanpa menghalangi kepentingan rekan kerja lainnya. Ditambah lagi, mereka juga cukup jujur dan terbuka saat melakukan pembicaraan. Tak hanya itu, mereka juga lebih menghargai pendapat antar rekan kerja lainnya dan dapat mengomunikasikannya dengan bijak dan sopan.

Komunikasi yang Sehat adalah Cara Menjalin Relasi di Kantor

Adanya komunikasi yang sehat dapat menumbuhkan ikatan dan relasi yang kuat di kantor Anda. Anda juga bisa memaksimalkan bahasa tubuh agar penyampaian menjadi lebih jelas.

Selain itu, jangan lupa untuk selalu memberikan senyum kepada orang yang selalu Anda jumpai di kantor sebagai bentuk sikap ramah dan juga cara untuk membangun komunikasi yang sehat. Selamat berkomunikasi.

Kunjungi website Pluxee untuk dapat lebih banyak lagi informasi mengenai dunia pekerjaan serta voucher belanja menarik seperti Pluxee Gift & Pluxee eVoucher!