Bagaimana Cara Memperbaiki Lingkungan Kerja Toxic

Sumber: www.pexels.com

Lingkungan kerja toxic tidak hanya tentang individu yang toxic yang menunjukkan perilaku yang tidak menyenangkan, namun lebih kepada budaya yang sudah menjelma menjadi norma yang salah, tidak produktif atau berbahaya. Perlahan-lahan meresap ke dalam alasan "Ini adalah hal yang biasa di sekitar sini" dari waktu ke waktu, mengubur energi, rasa kerja sama, dan optimisme di tempat kerja. Ada banyak hal yang membuat lingkungan kerja menjadi toxic, tapi ada elemen universal yang tidak dapat disangkal yang mendasari terciptanya budaya yang merugikan ini. Berikut ini adalah tanda lingkungan kerja yang toxic dan bagaimana Anda menanganinya

Tanda Lingkungan Kerja yang Toxic

Bekerja di sebuah perusahaan mungkin tidak akan semulus yang dibayangkan. Banyak lika-liku dari berbagai hal yang ada di dunia pekerjaan. Salah satunya adalah lingkungan kerja atau bahkan rekan kerja yang bisa membuat Anda tidak nyaman karena suasana yang toxic. Berikut ini adalah tanda lingkungan kerja yang toxic dan harus diwaspadai:

1. Atasan yang selalu meremehkan karyawan

Pada saat bekerja, seringkali Anda mendapati atasan atau seseorang yang posisinya lebih tinggi dari Anda yang selalu meremehkan bawahannya. Namun tindakan ini bukan berarti mereka memiliki hak untuk meremehkan bawahannya. Dengan posisi yang lebih tinggi dan gelar serta pengalaman yang lebih bergengsi, seringkali kita menemukan atasan seperti ini. Jika Anda menemukan atasan seperti ini di tempat Anda bekerja, tindakan ini bisa menjadi ciri awal dari lingkungan kerja yang toxic.

2. Manajemen dan Nilai Perusahaan Tak Sejalan

Lingkungan kerja yang toxic juga ternyata juga bisa dilihat dari bagaimana sebuah manajemen perusahaan berjalan. Anda bisa mengindikasikan lingkungan kerja yang toxic apabila Anda menemukan manajemen kantor yang tidak sejalan dengan perusahaan. Hal ini bisa dilihat dari kebiasaan atasan yang sering berbicara buruk mengenai perusahaan atau rekan kerja yang bergosip tentang dewan direksi, ada kemungkinan terjadinya masalah besar yang terjadi akibat manajemen perusahaan yang tidak sejalan dengan perusahaan.

3. Menyerang Reputasi

Biasanya lingkungan kerja yang toxic selalu diisi oleh segelintir atau bahkan rekan kerja dan atas yang toxic. Anda bisa mengenali lingkungkan kerja Anda toxic apabila di dalamnya terdapat banyak rekan kerja dan atasan yang tidak segan-segan menusuk Anda dari belakang untuk menjatuhkan reputasi Anda di perusahaan.

4. Penuh dengan Para Penindas

Ciri lainnya adalah lingkungan kerja yang penuh dengan para penindas atau para pelaku perundungan. para penindas ini seringkali merendahkan dan meremehkan sesama rekan kerja di sekitarnya. Sangat meresahkan apabila perusahaan Anda bekerja berisikan para pelaku perundungan dan memiliki atasan yang sangat suka melakukan perundungan.

5.Kehidupan dan Pekerjaan Tidak Seimbang

Saat ini work life balance menjadi hal serius yang selalu diperhitungkan saat mencari kerja. Sekarang coba Anda pikirkan apakah saat ini Anda sering membawa beban kerja ke rumah setelah seharian penuh lembur di perusahaan? Jika beban kerja di perusahaan justru mengganggu kehidupan pribadi setelah selesai bekerja, ini menjadi indikasi bahwa tempat Anda kerja sangat toxic.

Meskipun saat ini banyak dari anak muda yang menikmati masa bekerja keras, tapi perlu diingat jika pekerjaan mulai memangkas kehidupan pribadi hingga mengurangi kebahagiaan, maka Anda perlu berhati-hati dalam memilih tempat kerja.

Memperbaiki Lingkungan Kerja Toxic

Lingkungan kerja yang toxic menciptakan dan memungkinkan terjadinya suatu disfungsi. Apakah itu berasal dari perselisihan antar karyawan tertentu, kurangnya rasa hormat secara keseluruhan, kinerja yang buruk, atau berbagai hal negatif lainnya. Itu adalah sesuatu yang ingin dihindari setiap perusahaan dan juga karyawan. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk bisa memperbaiki kondisi ini.

1. Tekankan Rasa Hormat dan Interaksi Profesional

Mendapatkan rasa hormat dari rekan kerja adalah elemen penting untuk mengatasi lingkungan kerja yang toxic. Beberapa saran yang dapat diterapkan seperti menghargai interaksi profesional dan sopan, dan menetapkan standar untuk semua anggota staf - termasuk manajemen. Mengakui pekerjaan yang dilakukan dengan baik. Menunjukkan kasih sayang dan bekerja dengan staf untuk mengidentifikasi dan memperbaiki masalah. Mengingatkan staf bahwa argumen, penindasan, dan serangan personal tidak dapat diterima.

Baca Juga : 8 Cara Menjadi Pemimpin Yang Baik dan Bijaksana

2. Berikan Dukungan dan Dorongan

Kondisi toxic dapat muncul ketika karyawan sering merasa kurang dihargai. Dengan berfokus pada tindakan positif staf, Anda dapat mengingatkan mereka bahwa waktu dan usaha yang diinvestasikan karyawan setiap hari akan dihargai. Strategi ini bisa berbentuk ucapan "terima kasih" informal hingga catatan khusus ketika me-review kinerja karyawan, atau penghargaan atas pencapaian staf. Ketika tiba waktunya untuk membahas situasi untuk karyawan yang “bermasalah”, fokuslah pada masalah spesifik dan hindari kritik yang terlalu umum atau tidak relevan.

3. Bangun Kesempatan Untuk Level Up

Faktor utama dalam menilai kinerja mereka hingga menawarkan promosi haruslah kemampuan mereka untuk memenuhi tanggung jawab mereka dan menyelesaikan tugas dengan tepat waktu serta sikap profesional yang bisa membangun lingkungan kerja yang positif. Sebagai seorang pemimpin, tugas Anda adalah mengambil tindakan yang objektif dan proaktif dari semua situasi dalam perusahaan Anda.

4. Dorong Karyawan Untuk Memberikan Feedback

Karyawan yang merasa tidak dapat berbagi pendapat dan wawasan akan dengan cepat merasa tidak dilibatkan atau seolah-olah mereka tidak didengar. Bekerja samalah dengan departemen sumber daya manusia Anda untuk menangani feedback ini dan memastikan semua masukan dari karyawan diakui dan ditangani dengan tepat.

5. Mendorong Rasa Tanggung Jawab Saat Kerja

Ketika karyawan Anda menarik diri dari tanggung jawab profesional mereka sendiri dan membiarkan anggota lain mengambil bagian, itu seperti mengirimkan pesan tidak hormat kepada sesama karyawan serta perusahaan secara keseluruhan. Alih-alih membiarkan kemalasan ini berlanjut, jadilah proaktif dan cobalah untuk mengomunikasikan hal ini kepada individu tersebut. Jika Anda sudah berusaha untuk meningkatkan budaya tetapi masih melihat perilaku negatif pada karyawan, tindakan yang lebih serius seperti pemecatan mungkin bisa diambil.

Baca Juga : Bagaimana Kriteria Lingkungan Kerja yang Baik?

Lingkungan kerja yang toxic menjadi hal yang tidak akan Anda inginkan. Gunakan cara di atas untuk bisa meminimalisir terjadinya hal ini, pemberian reward kepada karyawan yang memiliki performa bagus juga dapat membantu dalam hal ini. Sodexo Gift Pass dapat menjadi pilihan Anda untuk bisa mengapresiasi kinerja karyawan Anda. Kunjungi website Sodexo sekarang juga!

 

Waktu operasional: Senin - Jumat (hari kerja),
pukul 08.30 - 17.30 WIB

0815 1954 0325


Kirim email

Waktu operasional: Senin - Jumat (hari kerja),
pukul 08.30 - 17.30 WIB

021 5059 5016


Kirim email