Indikator Kinerja Karyawan yang Bisa Diperhatikan

Indikator kinerja karyawan adalah beberapa elemen yang digunakan untuk mengukur kinerja karyawan. Evaluasi menjadi proses penting bagi sebuah perusahaan. Tanpa adanya evaluasi, perusahaan akan kesulitan untuk mengetahui bagaimana performa karyawan. Nah, indikator kinerja inilah yang akan membantu Anda untuk melakukan evaluasi dengan akurat.

Namun, terkadang ada terlalu banyak faktor yang bisa mempengaruhi kinerja karyawan. Akibatnya, menyusun indikator kinerjanya pun menjadi sulit. Untuk membantu Anda, berikut adalah beberapa indikator kinerja karyawan yang bisa diperhatikan.

Produktivitas kerja

Indikator kinerja karyawan yang pertama adalah mengukur produktivitas kerja mereka. Produktivitas kerja dapat diukur berdasarkan kemampuan karyawan untuk menyelesaikan target yang dibebankan kepada mereka.

Misalnya, A adalah seorang karyawan bagian marketing. Ia diharuskan untuk bisa mendapatkan 10 klien baru setiap bulan. Untuk menilai produktivitas kerjanya, maka di akhir bulan A dievaluasi untuk mengetahui apakah bisa memenuhi target 10 klien baru tersebut atau tidak. Jika memang bisa, maka A bisa dinilai produktif bekerja.

Namun jika tidak, sebaiknya Anda pun tetap memperhatikan faktor lain. Misalnya, value setiap klien baru yang sudah berhasil didapatkan A. Bisa jadi, meski secara kuantitas A memang tidak dapat memenuhi target, ternyata ia berhasil mendapatkan klien dengan customer value yang besar sehingga bisa mendatangkan profit bernilai fantastis.

Kehadiran karyawan

Berikutnya, Anda juga bisa memperhatikan kehadiran karyawan. Mengapa kehadiran karyawan penting? Dari kehadiran karyawan, Anda bisa menilai motivasi kerjanya. Mengetahui motivasi karyawan penting bagi perusahaan karena dari situlah Anda bisa mengatur strategi untuk meningkatkan produktivitas kerja mereka.

Kehadiran karyawan sendiri bisa mudah diukur dari absensi atau persentase kehadiran. Perhatikan ada berapa banyak waktu karyawan datang terlambat, absen tanpa keterangan, hingga izin tidak bekerja. Jika karyawan sering terlambat atau absen, sebaiknya segera cari tahu lebih lanjut karena ada kemungkinan bahwa motivasi kerja mereka berkurang. Motivasi kerja yang berkurang jelas akan mempengaruhi produktivitas segenap karyawan.

Kerjasama dengan karyawan lain

Bekerja di perusahaan menuntut Anda untuk dapat bekerja dalam tim di samping bekerja secara mandiri. Biasanya kerja tim ini diperlukan untuk proyek besar yang memang sulit jika ditangani satu orang saja. Lalu, bagaimanakah cara untuk mengukur kinerja karyawan dari performanya dalam tim?

Jika dibandingkan dengan dua poin sebelumnya, poin yang satu ini lebih rumit penilaiannya. Akan sulit mengukur berapa besar peran masing-masing individu terhadap kesuksesan proyek. Meski begitu, Anda bisa menilai dari beberapa hal seperti kontribusi karyawan terhadap pencapaian target tim, progress karyawan dalam menyelesaikan job description yang dibebankan kepadanya, hingga jumlah konflik antar karyawan.

Efektivitas penggunaan sumber daya

Selain tiga poin yang telah disebutkan, indikator kinerja karyawan juga bisa diambil dari seberapa efektif mereka dalam menggunakan sumber daya. Jika karyawan bisa memanfaatkan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan dengan baik dalam mengerjakan setiap pekerjaan yang dibebankan kepada mereka, maka kinerjanya bisa dinilai cukup memuaskan.

Mengapa poin ini penting? Karyawan yang bisa memanfaatkan sumber daya dengan baik akan membantu perusahaan dalam melakukan efisiensi. Semakin efisien perusahaan beroperasi, maka semakin sedikit biaya yang harus dikeluarkan untuk memenuhi target yang telah ditentukan sebelumnya.

Beberapa hal yang harus diperhatikan

Setelah menentukan beberapa hal yang bisa dijadikan indikator kinerja, proses penilaian kinerja karyawan pun harus diperhatikan. Pertama, Anda harus paham betul alasan mengapa memilih indikator-indikator tersebut. Katakanlah Anda memilih kehadiran sebagai indikator, tetapkan dulu fungsinya. Misalnya, kehadiran dipilih karena dinilai bisa mempengaruhi motivasi kerja seorang karyawan.

Kedua, Anda juga harus memahami metode yang digunakan untuk mengukur kinerja karyawan. Tanpa adanya metode yang sistematis, pengukuran pun sulit untuk dilakukan dengan objektif dan bahkan ada kemungkinan tidak bisa berjalan mulus. Terakhir, Anda juga harus melakukan evaluasi setelah mengukur kinerja karyawan. Jika ada karyawan yang performanya menurun, segera cari tahu penyebabnya dan bagaimana solusinya.

Itulah beberapa hal yang bisa dijadikan indikator kinerja karyawan. Tidak ada salahnya juga untuk memberikan apresiasi bagi karyawan jika kinerja mereka baik. Voucher Sodexo bisa menjadi pilihan terbaik untuk mengapresiasi karyawan Anda. Dengan menggunakan voucher Sodexo sebagai hadiah, karyawan dapat belanja di lebih dari 480 Merchant dan 20.100 Outlet di seluruh Indonesia.

 

 

Sumber = PxHere

Waktu operasional: Senin - Jumat (hari kerja),
pukul 08.30 - 17.30 WIB

0815 1954 0325


Kirim email

Waktu operasional: Senin - Jumat (hari kerja),
pukul 08.30 - 17.30 WIB

021 5059 5016


Kirim email