7 Faktor Keberhasilan Pengelolaan Sumber Daya Manusia

©pixahive

Setiap manajer Human Resources atau personalia perusahaan pasti menginginkan keberhasilan dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Mereka harus memenuhi beberapa faktor demi mencapai keberhasilan tersebut. Faktor tersebut berkaitan dengan pengembangan potensi karyawan dalam perusahaan.

Pengelolaan atau manajemen SDM bukan sekadar soal jumlah karyawan. SDM wajib memperhatikan kualitas tenaga kerja dalam suatu perusahaan. Karyawan berkualitas dan berpotensi tinggi akan menghasilkan kinerja yang bagus. Hal ini berujung pada peningkatan profit dan nilai perusahaan di mata publik.

Faktor Penting dalam Pengelolaan Sumber Daya Manusia

Keberhasilan manajemen SDM erat kaitannya dengan kesejahteraan karyawan selama bekerja. Ketika karyawan merasa bahagia dalam pekerjaannya, perusahaan telah berhasil dalam bidang ini. Sebaliknya, karyawan tidak bahagia disebabkan karena salah satu alasan, yaitu pengelolaan SDM yang kurang baik.

Banyak orang beranggapan bahwa kesejahteraan karyawan selalu berbicara tentang gaji, tunjangan, dan insentif yang diperoleh. Hal ini terbukti dari banyaknya karyawan yang memutuskan untuk pindah ke perusahaan lain karena ada tawaran gaji yang lebih tinggi. Selain gaji, mereka juga mempertimbangkan reward atau keuntungan lainnya dari perusahaan tersebut.

Faktanya, kesejahteraan karyawan tidak bergantung pada perkara tersebut. Masih banyak faktor lain sebagai penentu kebahagiaan mereka dalam sebuah perusahaan. Apa saja faktor kebahagiaan karyawan yang menandakan keberhasilan pengelolaan SDM di samping pendapatan mereka?

1.   Budaya Kerja

Budaya kerja yang positif dihasilkan dari sikap dan perilaku setiap karyawan dalam pekerjaannya. Sikap dan perilaku positif yang ditanamkan dalam perusahaan akan menumbuhkan kebiasaan baik dan berujung menjadi budaya.

Perusahaan dapat mendorong pembentukan budaya kerja dengan berbagai cara ini: memberikan fasilitas penunjang pekerjaan, mengadakan kegiatan team-building, atau menerapkan sistem reward dan punishment. Budaya kerja yang baik akan membuat kandidat tertarik untuk bekerja di perusahaan tersebut.

Baca Juga: Peran Penting Saat Melakukan Merger dan Akuisisi

2.   Proses Rekrutmen

Setiap membuka lowongan pekerjaan, perusahaan pasti mengharapkan kandidat terbaik untuk dipekerjakan. Proses rekrutmen merupakan kondisi yang cukup menantang karena tim Human Resource (HR) harus mencari tenaga kerja terbaik di antara puluhan hingga ratusan pelamar.

Perusahaan bisa menerapkan proses rekrutmen yang cukup ketat untuk memilih kandidat. Seleksi kandidat lazimnya melibatkan tiga tahap, yaitu screening (peninjauan CV), interview (wawancara), dan serangkaian tes. Tim HR tidak hanya wajib mendapatkan kandidat sesuai kualifikasi, tapi juga melihat potensinya saat bekerja di perusahaan nanti. Mereka harus yakin bahwa kandidat yang direkrut mampu berkontribusi besar bagi perusahaan.

3.   Tunjangan Kesehatan

Kesehatan dan keselamatan karyawan sebaiknya menjadi tanggung jawab perusahaan. Sejak pandemi Covid-19, banyak perusahaan menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat demi menjaga kesehatan karyawannya. Bagi perusahaan konstruksi atau bergerak di bidang alat berat, keselamatan pegawai dipertaruhkan saat mengerjakan sebuah proyek.

Perusahaan harus menerapkan kebijakan mengenai tunjangan kesehatan bagi karyawannya. Ada pula kebijakan lain terkait kesehatan pekerja yang dapat diterapkan, seperti peraturan bekerja dari rumah jika kurang sehat, izin sakit di luar jatah cuti tahunan, serta cuti sakit keras, hamil dan melahirkan. Karyawan sehat akan memberikan kinerja secara maksimal dan membawa keuntungan bagi perusahaan.

Baca Juga: Cara Meningkatkan Produktivitas Perusahaan

4.   Pelatihan (Training)

Pimpinan perusahaan pasti menginginkan karyawan yang maksimal dalam bidang pekerjaannya. Mereka mengharapkan skill karyawan semakin meningkat hari demi hari. Tim HR dapat membantu keinginan pimpinan tersebut dengan memberikan training kepada karyawan.

Perusahaan dapat mengadakan sesi training internal secara berkala berbekal materi yang tersedia. Mereka juga dapat mengirimkan karyawan mengikuti kelas di luar perusahaan sesuai skill-nya. Kuncinya, jangan hanya memperkirakan biaya dan tingkat partisipasi karyawan dalam kelasnya, tapi pikirkan juga efektivitas training bagi mereka lewat pengaplikasiannya.

5.   Latihan Kepemimpinan

Tim HR tidak bisa memungkiri fakta bahwa ada karyawan yang berambisi sebagai manajer atau leader dalam timnya. Latihan kepemimpinan (leadership development) dapat menjadi cara terbaik untuk mewujudkan impian mereka. Bagaimanapun, tugas kepemimpinan perusahaan akan berganti dan tim HR diharapkan memiliki kandidat terbaik untuk mengisinya.

Perusahaan bisa mengadakan program kerja leadership development bagi karyawan tersebut. Program kerja ini dilakukan melalui mentoring, training, coaching, serta rotasi peran dalam setiap departemen. Tujuannya, agar perusahaan dapat menciptakan calon pemimpin yang lebih baik ke depannya demi menjaga nilai tambah perusahaan.

6.   Hubungan Antar Karyawan

Faktor ini memengaruhi keterlibatan karyawan dalam pekerjaannya. Komunikasi merupakan bagian penting dalam pekerjaan, jadi perusahaan harus menjaga lingkungan kerja agar tetap sehat. Dendam, amarah atau sikap kompetitif tidak bisa dihindari, tapi mereka dapat mencegah sikap itu supaya tidak memengaruhi lingkungan perusahaan.

Perusahaan wajib menerapkan kebijakan terkait hubungan sosial demi mencegah kemungkinan terburuk, seperti miskomunikasi atau pelecehan secara verbal atau fisik. Apabila hal buruk tersebut tidak bisa dicegah, karyawan tidak mampu bertahan dan memutuskan untuk resign. Kemungkinan terburuknya, angka turnover karyawan tinggi serta kandidat merasa kehilangan minat untuk bekerja di perusahaan tersebut.

Baca Juga: Apa Saja Perbedaan HRD dan Personalia yang Perlu Diketahui

7.   Bonus dan Cuti

Faktor terakhir tentu meningkatkan keberhasilan pengelolaan SDM secara efektif. Bonus dan cuti merupakan bukti penghargaan perusahaan terhadap kerja keras karyawan. Tidak sedikit karyawan menganggap dua hal ini sebagai motivasi utama mereka selama bekerja.

Bonus tidak melulu berupa uang tunai, bisa berupa voucher Sodexo ePass yang dapat dikirimkan melalui email atau SMS kepada karyawan. Anda sebagai tim HR tidak perlu memikirkan barang atau makanan kesukaan karyawan satu per satu, karena voucher ini dapat digunakan untuk berbelanja di lebih dari 380 merchant dan 21.000 outlet. Lakukan pembelian voucher untuk perusahaan dengan menghubungi tim Sodexo.

Bonus dan cuti memang selalu mendorong kebahagiaan karyawan, tapi jangan lupa enam faktor lainnya. Terapkan semua faktor tersebut dalam perusahaan untuk keberhasilan pengelolaan sumber daya manusia dalam perusahaan.

Rekomendasi Solusi Kami

Waktu operasional: Senin - Jumat (hari kerja),
pukul 08.30 - 17.30 WIB

0815 1954 0325


Kirim email

Waktu operasional: Senin - Jumat (hari kerja),
pukul 08.30 - 17.30 WIB

021 5059 5016


Kirim email