Apa-Itu-Merchant-dan-Bagaimana-Cara-Kerjanya

Apa itu Merchant dan Bagaimana Cara Kerjanya?

November 28, 2019

Istilah merchant banyak digunakan akhir-akhir ini seiring dengan maraknya online store dan marketplace. Toko online yang bergabung dengan marketplace biasanya disebut merchant.

Tapi, apa itu merchant? Apakah hanya merujuk pada toko online yang berada di marketplace? Atau bisa merujuk pada toko fisik juga? Apakah merchant juga dilihat dari cara pembayaran yang toko-toko terima? Simak penjelasan apa itu merchant dan semua seluk-beluknya di artikel ini!

Apa itu Merchant?

Mari mulai pembahasan ini dengan pertanyaan, “apa itu merchant?” Merchant adalah individu atau kelompok yang berperan sebagai penjual barang dan/atau jasa yang memiliki physical store atau bentuk usaha toko fisik maupun toko online. Yang membedakan merchant dengan toko yang lain adalah sistem pembayaran yang diterima. Umumnya, merchant bekerja sama dengan bank dalam penyediaan layanan pembayaran melalui e-money bank yang bersangkutan.

Merchant juga memiliki definisi yang telah tertulis dalam beberapa English Dictionary. Berikut definisi-definisinya:

  • Business Dictionary: Menurut Business Dictionary, merchant merujuk pada individu atau perusahaan yang menjual produk atau layanan kepada konsumen melalui berbagai saluran penjualan, termasuk toko fisik, platform online, atau melalui agen penjualan.
  • Cambridge Dictionary: Di dalam Cambridge Dictionary mendefinisikan merchant sebagai orang yang terlibat dalam kegiatan dagang, khususnya yang memiliki usaha atau bisnis, atau individu yang melakukan perdagangan dengan produk atau layanan tertentu.
  • Merriam-Webster Dictionary: Definisi merchant dalam Merriam-Webster Dictionary adalah individu atau perusahaan yang terlibat dalam aktivitas perdagangan barang atau jasa, termasuk dalam berbagai bentuk dan lingkup.

Selanjutnya, merchant juga dibagi menjadi dua: merchant perorangan dan merchant berbadan hukum. Merchant perorangan adalah merchant yang dimiliki oleh perseorangan tanpa ada sistem dan ketentuan pendirian usaha berbadan hukum. Sedangkan, merchant berbadan hukum adalah merchant yang didirikan berdasar sistem dan ketentuan pendirian usaha berbadan hukum. Ketika merchant berbadan hukum telah didaftarkan, merchant ini selanjutnya akan mendapat ID penjual produk.

Cara Kerja Merchant

Setelah Anda mengetahui apa itu merchant, kini saatnya mencari tahu bagaimana cara kerja merchant. Secara umum, operasional merchant sama seperti toko yang lain: menjual barang dan melayani konsumen, dengan sistem aturan menurut bank yang telah menerapkan aturannya kepada penjual tersebut.

  • Pertama, pemilik toko harus mendaftarkan tokonya terlebih dahulu kepada mitra dengan data-data yang diperlukan. Data ini akan otomatis tersimpan di database perusahaan sebagai ID pengenal. Saat data sudah resmi tersimpan dan didaftarkan toko tersebut otomatis menjadi merchant. Dengan mendaftar sebagai merchant, pemilik toko sudah bersedia melakukan kerja sama dengan menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku.
  • Kedua, toko yang sudah terdaftar sebagai merchant kini memiliki virtual office yang bertugas sebagai media dalam menerima transaksi diskon virtual dan mata uang virtual. Diskon dan mata uang virtual ini didapat dari customer yang melakukan pembelian di merchant.
  • Ketiga, saat proses transaksi sudah dilakukan, penjual atau pemilik merchant akan mengirim produk yang dibeli kepada customer. Produk yang dikirim sebelumnya sudah disetujui oleh kedua belah pihak, termasuk juga bentuk produk, jumlah yang diinginkan, dan biaya pengiriman.

Keunggulan Menjadi Merchant

Di sini juga akan membahas mengenai beberapa keunggulan yang didapat dari menjadi merchant. Berikut keunggulannya:

1. Menerima Pembayaran Kartu Kredit

Salah satu keunggulan signifikan menjadi pedagang adalah kemampuan untuk menerima pembayaran menggunakan kartu kredit. Ini memberikan kemudahan kepada pelanggan dalam bertransaksi, menghilangkan kebutuhan untuk membawa uang tunai. Konsumen umumnya lebih cenderung memilih toko atau bisnis yang menyediakan opsi pembayaran kartu kredit karena ini juga menciptakan rasa aman terhadap keamanan transaksi.

2. Peningkatan Volume Penjualan

Dengan menyediakan beragam pilihan pembayaran, termasuk kartu kredit, Anda dapat menarik sejumlah pelanggan potensial yang lebih besar. Banyak individu yang memiliki kartu kredit cenderung melakukan pembelian lebih besar, karena memiliki fleksibilitas dalam cara membayar. Ini bisa berkontribusi secara positif terhadap peningkatan total penjualan Anda.

3. Kepuasan Pelanggan yang Lebih Tinggi

Kemampuan untuk menerima pembayaran kartu kredit dan menyajikan berbagai metode pembayaran lainnya akan meningkatkan tingkat kepuasan pelanggan. Pelanggan akan merasa dihormati dan terlayani dengan baik ketika mereka memiliki opsi beragam dalam melakukan pembayaran. Ini dapat membentuk pengalaman berbelanja yang positif dan memperkuat loyalitas pelanggan.

4. Pencatatan dan Pelacakan Transaksi yang Mudah

Menerima pembayaran elektronik melalui kartu kredit menyederhanakan proses pencatatan dan pelacakan transaksi. Anda akan memiliki jejak digital yang akurat dari setiap transaksi, termasuk detail seperti jumlah pembelian, tanggal, dan jenis barang atau layanan yang dibeli. Ini akan membantu dalam manajemen inventaris, analisis penjualan, serta pembuatan laporan keuangan yang lebih efisien.

5. Ekspansi Pasar yang Lebih Luas

Dengan menerima pembayaran kartu kredit, Anda juga membuka pintu bagi perluasan pasar. Pelanggan dari berbagai wilayah atau bahkan negara dapat dengan mudah melakukan pembelian secara online. Ini membuka peluang untuk menjual produk atau layanan Anda kepada pelanggan di luar area fisik toko Anda, membantu Anda merambah pasar yang lebih luas.

6. Keamanan dan Efisiensi dalam Transaksi

Melakukan pembayaran menggunakan kartu kredit melalui sistem pembayaran elektronik umumnya menawarkan tingkat keamanan yang lebih tinggi dan proses yang lebih cepat daripada transaksi tunai. Transaksi kartu kredit dijamin oleh lapisan perlindungan yang mencakup enkripsi data dan penggunaan otentikasi pengguna. Di samping itu, proses transaksi menjadi lebih cepat dan efisien, mengurangi waktu antri dan menunggu bagi pelanggan.

7. Peningkatan Reputasi Bisnis

Menjadi pedagang yang menerima pembayaran melalui kartu kredit dapat memberikan kesan profesional dan dapat diandalkan kepada pelanggan. Hal ini mampu meningkatkan reputasi bisnis Anda di mata konsumen, terutama jika usaha Anda masih baru atau tengah dalam tahap perkembangan.
Produk yang Dijual oleh Merchant

Merchant biasanya menjual dua jenis produk barang atau jasa seperti informasi dan fisik. Produk informasi yang dijual merchant terdiri dari software, video, e-book, MP3, dan yang lainnya. Merchant-merchant seperti ini umumnya telah bergabung dengan afiliasi jaringan khusus untuk produk informasi yang dikomersilkan. Sedangkan, merchant yang menjual produk fisik terdiri dari buku, alat rumah tangga, kendaraan, dan lain sebagainya. Merchant jenis ini biasanya juga bergabung dan berkumpul di jaringan yang mewadahi produk fisik para merchant.

Maraknya merchant dan sistem pembelian online dengan menggunakan e-money menunjukkan bahwa sistem jual beli di Indonesia ini sudah sangat modern. Apalagi, beberapa studi menunjukkan jika berjualan online melalui marketplace maupun sebagai merchant sangat menghasilkan untuk yang jauh lebih besar daripada berjualan offline di toko fisik biasa.

Cara Menjadi Merchant di Pluxee

Sebagai informasi, Pluxee adalah perusahaan yang menyediakan layanan manajemen fasilitas dan layanan pendukung lainnya, termasuk solusi pembayaran dan insentif seperti voucher Pluxee Gift. Jika Anda ingin menjadi merchant yang bekerja sama dengan Pluxee untuk menerima pembayaran menggunakan voucher Pluxee Gift, berikut adalah langkah-langkah umum yang dapat diambil:

  • Kenali Layanan Pluxee : Pertama, pahami layanan dan produk yang ditawarkan oleh Pluxee, terutama voucher Pluxee Gift. Pelajari bagaimana voucher ini berfungsi dan manfaatnya bagi pelanggan.
  • Hubungi Tim Pluxee : Hubungi tim yang bertanggung jawab atas kerjasama dengan merchant di Pluxee. Anda dapat menghubungi bagian pemasaran atau layanan pelanggan Pluxee untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang langkah-langkah yang diperlukan.
  • Lengkapi Persyaratan : Biasanya, Pluxee akan memiliki persyaratan khusus yang perlu Anda penuhi untuk menjadi merchant mereka. Ini mungkin melibatkan dokumen-dokumen bisnis, proses pendaftaran, dan informasi perusahaan Anda.
  • Tentukan Alokasi Voucher : Anda perlu menentukan bagaimana voucher Pluxee Gift akan diterima di bisnis Anda. Apakah itu untuk pembelian produk atau layanan tertentu, atau mungkin sebagai bagian dari program insentif atau penghargaan bagi pelanggan Anda.
  • Promosikan Kerjasama : Setelah menjadi merchant Pluxee, pastikan untuk mempromosikan kerjasama ini kepada pelanggan Anda. Beri tahu mereka bahwa Anda menerima pembayaran dengan menggunakan voucher Pluxee Gift.
  • Pelaporan dan Rekonsiliasi : Pluxee mungkin memiliki prosedur pelaporan dan rekonsiliasi untuk mengklarifikasi transaksi dan memastikan akuntabilitas yang tepat.
  • Pemeliharaan Kerjasama : Pertahankan kerjasama yang baik dengan Pluxee dan pastikan untuk menjaga layanan yang baik kepada pelanggan yang menggunakan voucher Pluxee Gift di tempat Anda.
  • Pembaruan dan Komunikasi : Tetap berkomunikasi dengan tim Pluxee untuk pembaruan atau perubahan dalam kerjasama. Pastikan Anda selalu memiliki informasi terbaru tentang tata cara menerima voucher Pluxee Gift.

Penghasilan merchant juga akan bertambah lagi setelah mereka bergabung dalam jaringan merchant Pluxee. Ada lebih dari jutaan pengguna voucher Pluxee Gift setiap tahunnya yang akan menggunakan vouchernya untuk belanja. Sebagai salah satu merchant yang tergabung, Anda akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan volume dari transaksi tersebut. Saat ini sudah ada lebih dari 330 Merchant dan 19.400 Outlet yang telah bergabung dalam jaringan merchant Pluxee. Untuk info selengkapnya, kunjungi website Pluxee di www.pluxee.co.id.