Cara Menghitung Insentif Penjualan dan Contohnya

insentif penjualan©pexels

Banyak perusahaan Indonesia yang menerapkan pemberian insentif penjualan kepada tim sales-nya. Insentif penjualan merupakan cara terbaik untuk memotivasi tim penjualan di perusahaan Anda. Mereka telah melakukan upaya untuk meningkatkan angka penjualan sehingga Anda perlu memberikannya komisi. Pertanyaannya, bagaimana cara menghitung insentif penjualan? Simak artikel ini untuk mengetahui jawabannya.

Pengertian Insentif Penjualan

Insentif penjualan adalah bonus di luar gaji yang diberikan kepada tim penjualan setelah mencapai target atau tujuan penjualan yang telah ditetapkan pada awal periode. Insentif juga merupakan bentuk penghargaan terhadap kerja keras atau upaya mereka dalam mencapai target penjualan. Pemberian insentif penjualan bertujuan untuk memotivasi tim penjualan agar mereka bisa menghasilkan kinerja yang lebih baik dan merangsang semangat kompetitif dengan rekan kerjanya.

Insentif penjualan bisa diberikan dalam bentuk uang maupun non-uang. Insentif berupa uang biasanya terdiri dari kompensasi berbasis komisi, bonus terhadap pencapaian target penjualan atau tunjangan khusus. Ada juga insentif berupa non-uang yang terdiri dari liburan atau perjalanan bisnis, sertifikat penghargaan atau trofi, serta promosi atau peluang pengembangan karier.

Pemberian insentif penjualan memiliki beberapa manfaat. Pertama, insentif penjualan memotivasi anggota tim penjualan untuk bekerja lebih keras dan mencapai target penjualan yang ditetapkan. Kedua, insentif penjualan dapat meningkatkan semangat tim dan memperkuat kolaborasi di antara anggota tim dengan saling berbagi pengetahuan, strategi, dan pengalaman tentang cara meningkatkan penjualan. Ketiga, insentif penjualan membantu perusahaan dalam mencapai tujuan keuangan dan meningkatkan pendapatan melalui peningkatan kinerja tim penjualannya.

Cara Menghitung Insentif Penjualan

Melihat manfaat di atas, tentu Anda tertarik untuk menerapkan insentif penjualan. Lakukan langkah di bawah ini untuk menghitung insentif penjualan di perusahaan Anda.

1. Tentukan Kebijakan Penghitungan Insentif

Pemberian insentif penjualan harus didasari kebijakan penghitungan insentif yang berlaku di perusahaan Anda. Biasanya, kebijakan tersebut mencakup indikator kinerja tim penjualan yang diukur dengan Key Performance Indicator (KPI) karyawan secara pribadi maupun KPI penjualan perusahaan. 

Selain itu, tetapkan kebijakan frekuensi pembagian insentif, seperti setiap bulan, setiap minggu, atau setelah mencapai angka penjualan tertentu. Frekuensi pembagian insentifnya harus disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan perusahaan Anda. Pastikan kebijakan penghitungan insentif yang dibuat tetap adil serta sesuai dengan kinerja dan kontribusi masing-masing karyawan.

2. Tetapkan Pendekatan yang Akan Digunakan

Ada beberapa pendekatan yang bisa Anda gunakan untuk menghitung insentif penjualan. Contohnya, penghitungan insentif berdasarkan margin laba kotor atau keuntungan bersih dari produk yang berhasil terjual. Pilihlah pendekatan yang sesuai dengan kebijakan atau cara kerja perusahaan Anda.

3. Buat Dasar Penghitungan Insentif

Setelah menentukan kebijakan penghitungan insentif dan pendekatannya, barulah Anda bisa mulai menghitung insentif yang diberikan. Mulailah dengan membuat dasar penghitungan insentif penjualan Anda. Caranya, kalikan persentase insentif yang ditetapkan dengan jumlah pendapatan yang dihasilkan selama periode penjualan yang berlaku. Anda juga bisa menggunakan data berupa jumlah pendapatan tertinggi yang pernah dihasilkan sejak awal perusahaan berdiri.

Contohnya: persentase insentif adalah 5%, sedangkan jumlah pendapatan tertinggi yang pernah diraih untuk satu produk adalah Rp10.000.000. Jadi, dasar penghitungan insentif yang ditetapkan adalah Rp10.000.000 x 5% = Rp500.000.

4. Pertimbangkan Persentase Insentif per Produk

Apabila perusahaan Anda menjual berbagai jenis produk dengan persentase komisi yang berbeda, maka lakukan penghitungan secara satuan. Caranya, hitung setiap persentase insentif tersebut dengan hasil penjualan terkait, lalu jumlahkan hasilnya. Contohnya Arman menjual produk X seharga Rp7.000.000 dengan komisi 2%, produk Y seharga Rp1.500.000 dengan komisi 1,5%, dan produk Z seharga Rp5.000.000 dengan komisi 6%. Berikut penghitungan insentifnya:

  • Produk X: Rp7.000.000 x 2% = Rp140.000
  • Produk Y: Rp1.500.000 x 1,5% = Rp22.500
  • Produk Z: Rp5.000.000 x 6% = Rp300.000

Total komisi yang diterima oleh Arman adalah Rp140.000+Rp22.500+Rp300.000 = Rp462.500

5. Gunakan Metode Insentif Berjenjang

Terkadang seorang karyawan berhasil mencapai angka penjualan melebihi target yang ditetapkan. Untuk skenario ini, Anda bisa menetapkan penghitungan insentif berjenjang, yaitu persentase insentif yang progresif disesuaikan dengan target penjualan yang dihasilkan. Anda bisa mengalikan persentase insentif dengan hasil penjualan dalam periode tersebut, lalu jumlahkan hasilnya.

Contohnya, Anda menetapkan kenaikan insentif dari 3% menjadi 5% jika hasil penjualan karyawannya mencapai target di atas Rp20.000.000. Ketika menghitung total insentif karyawan tersebut, Anda perlu menggunakan persentase 5%.

Contoh Cara Menghitung Insentif Penjualan

Agar lebih memahami cara menghitung insentif penjualan yang telah dilakukan di atas, lihatlah ilustrasi berikut ini.

Perusahaan Anda menetapkan besaran komisi berdasarkan produk yang berbeda dengan ketentuan sebagai berikut: 

  • Produk A mendapatkan komisi penjualan 4% jika target penjualan mencapai Rp6.000.000 dan terjadi kenaikan komisi menjadi 5% jika melebihi target.
  • Produk B mendapatkan komisi penjualan 2% jika target penjualan mencapai Rp4.000.000 dan terjadi kenaikan komisi menjadi 4% jika melebihi target.

Karyawan penjualan Anda bernama Santi berhasil melakukan penjualan produk A dengan total Rp6.500.000 dan produk B dengan total Rp4.000.000. Penghitungan komisi yang diperoleh Santi adalah:

  • Komisi penjualan produk A: Rp6.500.000 x 5% = Rp325.000
  • Komisi penjualan produk B: Rp4.000.000 x 2% = Rp80.000

Total komisi yang diterima oleh Santi adalah Rp325.000 + Rp80.000 = Rp405.000.

Bagaimana? Apakah Anda sudah memahami cara menghitung insentif penjualan yang telah dijelaskan di atas? Perlu diketahui bahwa komisi bukanlah satu-satunya insentif yang bisa diberikan kepada tim penjualan Anda. Anda juga bisa memberikan voucher belanja digital Sodexo ePass sebagai alternatif komisi penjualan. Sodexo ePass bisa digunakan di lebih dari 530 merchants dan 25.500 outlets yang tersebar di Indonesia, termasuk website e-commerce

Sodexo juga menyediakan layanan personalisasi nominal voucher sehingga Anda tetap bisa memberikan insentif secara progresif kepada karyawan. Langsung hubungi kami di sini untuk mendapatkan voucher-nya agar tim sales makin termotivasi meningkatkan angka penjualan perusahaan Anda!

Waktu operasional: Senin - Jumat (hari kerja),
pukul 08.30 - 17.30 WIB

0815 1954 0325


Kirim email

Waktu operasional: Senin - Jumat (hari kerja),
pukul 08.30 - 17.30 WIB

021 5059 5016


Kirim email

Sodexo Benefits & Rewards berubah menjadi Pluxee